Hitung darah lengkap dilakukan oleh petugas laboratorium dengan
mengambil sampel darah pada vena. Pengambilan sampel darah diawali
dengan membersihkan kulit yang menjadi lokasi pengambilan darah dengan
pembersih antiseptik, seperti alkohol. Selanjutnya, tali elastis
diikatkan pada lengan bagian atas agar aliran darah terhambat dan
terbendung di pembuluh darah vena di bawahya (di siku atau punggung
tangan). Langkah berikutnya adalah menusukkan jarum pada kulit untuk
mengumpulkan sampel darah. Langkah ini akan terasa sedikit tidak nyaman.
Setelah sampel darah diambil, ikatan tali elastis dibuka dan titik
tusukan pada kulit akan ditutup dengan plester untuk menghentikan
perdarahan.
Pelaksanaan hitung darah lengkap hanya membutuhkan waktu beberapa
menit. Hasil tes dapat dilihat dalam beberapa jam atau di hari
berikutnya.
Setelah pengambilan sampel darah, biasanya pasien dapat menjalani
aktivitas seperti biasa, namun hal itu tergantung dari kondisi kesehatan
pasien. Sampel darah akan diproses dengan mesin yang akan menampilkan
jumlah dari hasil pemeriksaan. Hasil akan dibandingkan dengan patokan
ukuran normal, sesuai usia dan jenis kelamin. Pasien dapat menunggu
hasil pemeriksaan dalam beberapa jam atau di hari berikutnya.
Jumlah sel darah merah yang normal pada pria adalah 5-6 juta sel per
mikroliter darah, sedangkan pada wanita adalah 4-5 juta sel per
mikroliter darah. Jumlah normal sel darah putih berkisar antara 4.500
hingga 10.000 sel per mikroliter darah. Perhitungan yang lebih tinggi
dari kadar normal sel darah putih dapat menandakan terjadi peradangan
atau infeksi dalam tubuh. Jumlah sel keping darah atau trombosit yang
normal berkisar antara 140 ribu hingga 450 ribu sel per mikroliter
darah. Nilai hemoglobin normal pada pria berkisar antara 14-17 gram per
desiliter dan pada wanita 12-15 gram per desiliter. Nilai hematokrit
normal pada pria dewasa adalah 41-50% dan pada wanita 36-44%.
Beberapa kondisi dapat menyebabkan hasil hitung darah lengkap menjadi
tidak normal, di antaranya adalah peradangan, infeksi, kekurangan
vitamin atau mineral (seperti zat besi), kelainan darah, penyakit jantung, penyakit autoimun, reaksi dari obat, hingga kanker.
Jika terjadi hasil hitung darah lengkap yang tidak normal, dokter dapat
menyarankan pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis.
Mantap
BalasHapusKeren
BalasHapusMenambah wawasan
BalasHapusMakasih
BalasHapus