Untuk melakukan titrasi, kita
harus menyiapkan terlebih dahulu paralatan yang terdiri dari Buret,
Statif dan Klem, dan Erlenmeyer. Selain itu harus disiapkan juga larutan
baku. Larutan baku yang konsentrasinya sudah diketahui ditempatkan
dalam buret dan disebut larutan penitrasi. Larutan penitrasi harus sudah
diketahui konsentrasinya. Larutan yang akan ditentukan konsentrasinya
ditempatkan dalam labu titrasi dan disebut larutan yang dititrasi.
Volume larutan yang akan dititrasi harus sudah diketahui. Selanjutnya,
ke dalam larutan yang akan dititrasi diteteskan indikator asam-basa.
Penempatan larutan dalam buret dan labu titrasi boleh ditukar. Larutan
baku boleh dijadikan larutan penitrasi dan boleh juga dijadikan larutan
yang akan dititrasi.
Larutan penitrasi diteteskan
perlahan-lahan ke dalam larutan yang dititrasi. Penetesan baru
dihentikan bila sudah tercapai titik akhir titrasi. Titik akhir titrasi
diketahui dari perubahan warna larutan indikator. Selain titik akhir
titrasi, dikenal juga titik ekivalen. Titik ekivalen adalah suatu
keadaan zat dalam larutan yang dititrasi tepat habis bereaksi dengan zat
dalam larutan penitrasi (asam dan basa tepat habis bereaksi). Tepat
pada saat seluruh zat habis bereaksi, larutan indikator segera berubah
warna, dan pada saat inilah penetesan dari buret harus segera
dihentikan.
Bermanfaat banget
BalasHapusGood
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMakasi informasi nya
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapus